Alasan Mengapa Penerjemah Menggunakan Memori Terjemahan untuk Proyeknya

Memori terjemahan (TM) adalah database yang menyimpan segmen teks yang telah diterjemahkan. Ini berarti bahwa masing-masing segmen disimpan dalam versi asli dan versi terjemahannya. Seringkali suatu kalimat merupakan suatu segmen. Akan tetapi, suatu segmen juga bisa menjadi frasa usulan.

Sebagai awal, tujuan bekerja dengan TM adalah mempercepat proses penerjemahan. TM sangat berguna untuk proyek panjang, teknis dan ilmiah di bidang apa pun dan dalam hampir semua kombinasi bahasa.

Di lain pihak, tidak dianjurkan menggunakan TM untuk menerjemahkan teks kesusasteraan.

Pada proyek kesusasteraan, segmentasinya sulit untuk direkonsiliasi dengan alat lain yang digunakan oleh penerjemah yang mengkhususkan diri dalam jenis penerjemahan ini. Penerjemahan kesusasteraan dicirikan oleh fleksibilitas, khususnya pada tataran struktural, dan kemampuan untuk “bermain-main” dengan teks. TM umumnya menyatukan kalimat atau, sebaliknya, memotong paragraf. Dalam penerjemahan kesusasteraan, yang penting adalah mampu membuat teks terlihat semulus mungkin dan untuk tujuan ini, bekerja dengan alat penerjemahan berbantuan komputer bukanlah ide yang bagus, tapi tidak berarti alat tersebut tidak dianjurkan sama sekali.

TM bukanlah suatu program dengan sendirinya. Akan tetapi, Anda dapat menyebutnya sebagai suatu “file dwibahasa” yang disimpan di dalam perangkat lunak (yaitu alat yang digunakan dalam penerjemahan berbantuan komputer) yang mengingat kembali bagaimana kalimat (segmen) dan kata diterjemahkan. Menggunakan TM memiliki beberapa kelebihan dan sebagian kekurangan.

Kelebihan utama pertama dari menggunakan TM untuk penerjemahan adalah bahwa TM menyimpan daftar kata dan kalimat sederhana untuk digunakan di kemudian hari, yang menghemat banyak waktu penerjemahan untuk memperbarui atau merevisi teks baru. Sehubungan dengan revisi teks yang pernah diterjemahkan sebelumnya, penggunaan TM sangat umum dipraktekkan sekarang ini. Jika penerjemah harus menggunakan proses penerjemahan tradisional, akan perlu waktu berbulan-bulan untuk merevisi dokumen yang sangat panjang. Akan tetapi, jika penerjemah menggunakan TM, akan sangat mudah untuk melihat perubahan sebelumnya yang dibuat pada dokumen tersebut dan menghasilkan terjemahan yang telah direvisi dalam waktu yang lebih singkat daripada menggunakan proses penerjemahan tradisional.

Kelebihan kedua dalam bekerja dengan TM adalah kemampuan untuk memanfaatkan kembali aset pekerjaan yang telah dilakukan di masa lampau. Terkadang suatu penerjemah menyadari bahwa ia menerjemahkan teks yang sangat mitip dengan yang sudah pernah diterjemahkan di masa lampau. Memang, kata, frasa, dan sebagainya dapat persis sama dengan dokumen yang sudah pernah diterjemahkan. Dalam kasus ini, jika penerjemah memiliki salinan teks sumber dan teks sasaran dari penerjemahan sebelumnya dalam format elektronik, maka ia dapat dengan mudah mengakses file dan menggunakan fungsi “fuzzy matching” atau “pencocokan samar” untuk sumber baru dari teks sumber dan teks sasaran lama.

Sebagaimana telah dikatakan sebelumnya, TM mengindikasikan kapan teks dapat digunakan kembali ketika bekerja dengan jenis teks tertentu. Akan tetapi, jika penerjemah menerjemahkan hanya dokumen kesusasteraan seperti novel, dan teks dengan tingkat pengulangan sangat rendah, atau sejumlah teks yang kemungkinan besar tidak akan diterjemahkan di kemudian hari, maka TM bukanlah pilihan yang baik.

Di lain pihak, salah satu kelebihan menggunakan TM adalah waktu yang diperlukan untuk awalnya menghasilkan terjemahan bermutu selagi menggunakan TM. Memang, waktunya mungkin sama atau bahkan lebih lama daripada menggunakan proses penerjemahan konvensional. Selain itu, memasukkan terjemahan baru pada TM juga dapat membutuhkan waktu lebih lama daripada menggunakan proses penerjemahan biasa. Jika kita ingin menciptakan database terminologi, hal ini akan membutuhkan lebih banyak waktu.

Dengan mengingat hal-hal tersebut di atas, patut dicatat bahwa setelah terjemahan asli telah terdaftar, revisi atau update pada teks itu sendiri akan membutuhkan lebih sedikit waktu ketika menggunakan TM. Dengan demikian, kebanyakan penerjemah modern tidak dapat dan tidak dapat bekerja tanpa TM, khususnya penerjemah yang terspesialisasi di bidang teknis.